Menhub Jonan Tegaskan Tak Pernah Larang Sistem Online


Menhub Ignasius Jonan menyatakan kalau motor tidak dapat digunakan untuk transportais publik.

Read More : Menhub Jonan Tegaskan Tak Pernah Larang Sistem Online.



Hindari 5 Hal Ini Agar Anda Menjadi Orang Hemat


Sebaiknya bila Anda menghabiskan uang untuk membeli kebutuhan yang memang sangat diperlukan.

Read More : Hindari 5 Hal Ini Agar Anda Menjadi Orang Hemat.



RI Jadi Incaran Industri K-Pop


Perusahaan Korea Selatan tertarik untuk menanamkan modal dalam bentuk pembiayaan dan produksi film.

Read More : RI Jadi Incaran Industri K-Pop.



Dekranasda Sultra Diminta Kembangkan Motif Tenun


Dekranasda Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Dekranasda kabupaten/kota se-Sultra untuk terus mengembangkan motif tenun lokal daerah itu.

Read More : Dekranasda Sultra Diminta Kembangkan Motif Tenun.



Program Sejuta Rumah Jokowi, Sudah Berapa yang Terbangun?


Pemerintahan Presiden Jokowi punya target membangun satu juta unit rumah per tahun. Jelang akhir 2015, sudah berapa unit rumah yang terbangun?










Read More : Program Sejuta Rumah Jokowi, Sudah Berapa yang Terbangun?.



BUMN Selalu Merugi, Ini Temuan BPK


INILAHCOM, Jakarta - Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyebutkan, kerugian yang terjadi di BUMN, sebagian besar akibat salah dalam berinvestasi.

Berdasarkan data BPK, sebanyak 138 perusahaan pelat merah di tanah air, hampir 54% melakukan kesalahan dalam berinvestasi. "Kerjasama dengan pihak lain, tidak didukung kajian yang optimal, miss invest, pengadaan yang keliru, banyak terjadi," kata Wakil Ketua BPK Achsanul Qosasih saat berbicang dengan INILAH.COM di Jakarta, Kamis (17/12/2015)

Faktor kedua, kata Achsanul, sebanyak 24% kewajiban pelayanan publik (PSO) yang menjadi hak BUMN, belum dibayar pemerintah."Sebagai penyelengara PSO, sekitar 24 % tagihan kepada negara yang belum terbayar," kata Achsanul.

Ketiga, lanjut Achsanul, kerugian di BUMN disebabkan adanya kesalahan manajemen, atau staff yang tidak patuh terhadap peraturan. Selain itu, ada faktor eksternal seperti pelemahan nilai tukar rupiah juga berpotensi merugikan BUMN.

"Khusus untuk nilai tukar persentase sekitar 22 persen. Yang terakhir, pengelolaan hutang dan piutang BUMN yang tidak baik," papar Achsanul.

"Makanya, ke depan, manajemen BUMN itu harus bagus. Biar kerugian negara tidak selalu tinggi," pungkas Achsanul. [ipe]

#BUMN #Berita #RiniSoemarno #IgnasiusJonan #soekarnohatta #PTKAI #bandara #jakarta #pesawat #airport #Penerbangan #bandung  
#pariwisata #Indonesia #wisata #Hotel #bali #jakarta #bdg #Surabaya #Bogor #Cipali #TOL #Pantura #MenPU #loker #job #Lowongan #tepokjidat #Gerindra #PresidenJokowi #jokowi #JKW4P #Prabowo #SBY #Megawati #capres #negara #Indonesia



Read More : BUMN Selalu Merugi, Ini Temuan BPK.



BPS: Rupiah Semakin Tertekan di Akhir Tahun


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Deputi Bidang Distribusi Statistik dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo mengatakan, nilai tukar rupiah akan semakin tertekan terhadap dolar AS pada pengujung tahun...

Read More : BPS: Rupiah Semakin Tertekan di Akhir Tahun.