Menhub Jonan Tegaskan Tak Pernah Larang Sistem Online
Read More : Menhub Jonan Tegaskan Tak Pernah Larang Sistem Online.
Read More : Menhub Jonan Tegaskan Tak Pernah Larang Sistem Online.
Read More : Hindari 5 Hal Ini Agar Anda Menjadi Orang Hemat.
Read More : RI Jadi Incaran Industri K-Pop.
Read More : Dekranasda Sultra Diminta Kembangkan Motif Tenun.
Read More : Program Sejuta Rumah Jokowi, Sudah Berapa yang Terbangun?.
INILAHCOM, Jakarta - Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyebutkan, kerugian yang terjadi di BUMN, sebagian besar akibat salah dalam berinvestasi.
Berdasarkan data BPK, sebanyak 138 perusahaan pelat merah di tanah air, hampir 54% melakukan kesalahan dalam berinvestasi. "Kerjasama dengan pihak lain, tidak didukung kajian yang optimal, miss invest, pengadaan yang keliru, banyak terjadi," kata Wakil Ketua BPK Achsanul Qosasih saat berbicang dengan INILAH.COM di Jakarta, Kamis (17/12/2015)
Faktor kedua, kata Achsanul, sebanyak 24% kewajiban pelayanan publik (PSO) yang menjadi hak BUMN, belum dibayar pemerintah."Sebagai penyelengara PSO, sekitar 24 % tagihan kepada negara yang belum terbayar," kata Achsanul.
Ketiga, lanjut Achsanul, kerugian di BUMN disebabkan adanya kesalahan manajemen, atau staff yang tidak patuh terhadap peraturan. Selain itu, ada faktor eksternal seperti pelemahan nilai tukar rupiah juga berpotensi merugikan BUMN.
"Khusus untuk nilai tukar persentase sekitar 22 persen. Yang terakhir, pengelolaan hutang dan piutang BUMN yang tidak baik," papar Achsanul.
"Makanya, ke depan, manajemen BUMN itu harus bagus. Biar kerugian negara tidak selalu tinggi," pungkas Achsanul. [ipe]
#BUMN #Berita #RiniSoemarno #IgnasiusJonan #soekarnohatta #PTKAI #bandara #jakarta #pesawat #airport #Penerbangan #bandung
#pariwisata #Indonesia #wisata #Hotel #bali #jakarta #bdg #Surabaya #Bogor #Cipali #TOL #Pantura #MenPU #loker #job #Lowongan #tepokjidat #Gerindra #PresidenJokowi #jokowi #JKW4P #Prabowo #SBY #Megawati #capres #negara #Indonesia
Read More : BUMN Selalu Merugi, Ini Temuan BPK.
Read More : BPS: Rupiah Semakin Tertekan di Akhir Tahun.
Copyright © liputan bisnis populer. All rights reserved.