73 Lembar Audit Petral Dibanderol US$ 1 Juta
INILAHCOM, Jakarta - Biaya audit forensik Petral (Pertamina Energy Trading Ltd) yang harus dibayar Pertamina, sangat mahal. Yakni US$ 1 juta, atau Rp 13,5 miliar masuk kantong KordaMentha, auditor asal Australia.
Sekretaris Perusahaan PT Pertamina (Persero), Wisnuntoro Sardjono mengatakan, penunjukan KordaMentha sudah sesuai prosedur. Di mana, tender dilakukan dan dimenangkan auditor asal negeri Kanguru itu.
Dalam tahapan tender yang digelar Pertamina, KordaMentha berhasil menyingkirkan sejumlah lembaga audit papan atas dunia. Seperti Ernest and Young, Price Waterhouse Coopers (PwC), KPMG dan Deloitte.
Masih menurut Wisnuntoro, hasil audit forensik KordaMentha berhasil menyasar sejumlah informasi yang terjadi di luar sistem, seperti komunikasi pegawai, aliran informasi, penawaran dan pengolahan kriteria tender, serta hal lain yang terkait. "Memang ternyata disinyalir terjadi intervensi yang membuat harga minyak menjadi mahal," kata Wisnuntoro.
Ya, boleh saja Pertamina berbangga dengan hasil audit ini. Tapi, banyak kalangan mempersoalkannya. Menilai audit forensik Petral oleh KordaMentha ini, melanggar UU 15 Tahun 2006 tentang BPK (Badan Pemeriksa Keuangan).
Selain itu, ongkosnya terlalu mahal. Untuk menebus hasil audit setebal 63 halaman berikut lampiran 2.700 halaman, Pertamina sediakan Rp 13.5 miliar. Ya, moga-moga ada manfaatnya. [tar]
Read More : 73 Lembar Audit Petral Dibanderol US$ 1 Juta.
0 komentar:
Posting Komentar